Saturday, January 29, 2011

Ketegaran Hati

Pendar itu masih teronggok disana
Merah, nanar
Layaknya sebuah luka

Miris.. menggigit di dinginnya malam
Selalu hadir terasa ketika mata ingin terpejam

Kala buaian tak lagi mampu menampung pecahnya isak tangis
Kembali hadir
Di malam-malam sunyi kesendirianku

Selalu ingin kujalani ini
Tanpa penat tak berkesudahan terasa di hati
Tertatih.. menapaki jalan menuju senja hingga nanti

Biarlah nak,
ku tanggungkan beban itu sendiri
Biarlah aku dengan caraku
meski tertatih

Biarlah waktu yang akan mendidiku
Biarlah waktu yang bisa ajariku kebijaksanaan dalam hidup

Hingga saatnya nanti
Ku tau, aku masih punya cukup cinta
yang masih mampu menaungimu
dalam peluh kasih sayangku
kini, esok dan nanti....



Lampung, January 28, 2011

Dedicated to my beloved : Nasywa Khoirunnisa & M Syauqi Hafizh

Aku Tentang Cinta

Jangan kau beri aku cinta mati,
Rindu setengah mati, dan sayang sepenuh hati

Berilah aku cinta, sayang dan rindu dengan cara yang sederhana
Sebagaimana yang kau lihat tampak pada keseharianku

Jangan kau beri aku cinta mati,
Rindu setengah mati, dan sayang sepenuh hati

Tapi berilah aku cinta, rindu dan sayang
yang tulus dari dasar hati
Karena ketulusan selalu akan mampu melampaui pusaran waktu
Tak akan pupus oleh indah dan gemerlapnya dunia

Jangan kau beri aku cinta mati,
Rindu setengah mati, dan sayang sepenuh hati

Berilah aku cinta , rindu dan sayang
yang mampu membawaku kepada kebaikan
Membawaku pada kedewasaan dan kebijaksanaan

Jangan kau beri aku cinta mati,
Rindu setengah mati, dan sayang sepenuh hati

Tapi berilah aku sekedar cinta, rindu dan sayang yang paling bersahaja
Karena itulah aku apa adanya
yang selalu berusaha mencintaimu dalam kebersahajaan
Apa adanya

Itulah caraku mencintaimu
dengan kesederhanaan dan kebersahajaan
karena sesungguhnya itulah yang melekat pada diriku,
 dan hanya dengan caraku  mencintaimu..

Thursday, January 27, 2011

Aku Bicara Perihal Cinta

Apabila cinta memberi isyarat kepadaku, ikutilah dia
Walau jalannya sukar dan curam
Dan apabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya
Walau pedang tersembunyi diantara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu

Dan kalau dia berbicara kepadamu, percayalah kepadanya
Walau suaranya mampu membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara 
mengobrak abrik taman
Karena sebagaimana cinta memahkotaimu demikian pula dia akan menyalibmu

Sebagaimana dia ada di pertumbuhanmu
Demikian ia ada untuk memangkasmu

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu
Dia menggosok gosokkan engkau hingga putih bersih
Dia meremas engkau hingga menjadi liar
Dan dia mengangkat engkau ke api sucinya
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan

Dan apabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta
Maka lebih baiklah bagimu kalau kau tutupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai lantai penebah cinta

Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa, dan menangis 
tapi tak sehabis semua air matamu

Cinta tak memberikan apa apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apapun kecuali dari dirinya sendiri.

Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki
Karena cinta telah cukup bagi cinta

Apabila kau mencintai kau tak akan berkata "Tuhan ada di dalam hatiku"
tetapi sebaliknya "aku berada di dalam hati Tuhan"
Apabila dia menilaimu dengan pantas, mengarahkan jalanmu

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya 
Namun apabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan
biarlah ia menjadi aneka keinginanmu

Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam

Mengenali penderitaan dan dan kelembutannya yang begitu jauh
Merasa dilukai akibat pemanahanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira

Terjaga di kala fajar, dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya awan
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang  meluap luap

Kembali kerumah kala senja dengan rasa syukur
Dan lalu tertidur dengan penuh doa kasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu




Wednesday, January 26, 2011

Optimization of Policy and Waste Management Strategy with Environtmentally Conception

Nowdays we are often confronted with various issues surrounding the environment that directly or indirectly will influence and implications on the pattern and way of life of modern society today. One environmental issue that is often in the public spotlight today about a less than optimal government and other stakeholders in implementing any policies and strategies relating to the management and environmentally sound waste management in this country.
 This paradigm is realized currently associated with the handling of waste is still limited to conventional waste management put in place open to the left to rot by itself. Although it has been cultivated that the landfill is concentrated in one particular area with sanitary landfill method. But in reality the problem is still not un-end garbage, trash is still a source of air pollution because of the smell, and water pollution due to lindinya handling of water (leachate) is less good that seeps into the various places that are not supposed to, and has caused outbreaks of disease and as well as one of the causes of flooding. This is one of the problems caused when dealing lately and not systematic.
TPA Piyungan, Bantul Jogjakarta
Foto by Zahirul Alwan 


TPA Piyungan, Bantul Jogjakarta
Foto by Zahirul Alwan 

from :http://zahirulalwanphotography.blogspot.com

UU No. 18 year 2008 about waste management and a clear mandate to the government of any other related parties who will be proactive and more responsive to the problems of waste management with strategic policies and participatory for the community. However, the reality of what happens when it shows the contradiction between the actions taken by the government with a passion that is contained in Law no. 18 year 2008, is an indication of low awareness of government officials and other stakeholders to play a role in the handling of waste in an effort to achieve good environmental quality and environmentally friendly, no effective legal instrument in guiding people's behavior patterns to coordinate with the government in the handling of waste, as well as decline in the quality of end disposal management (TPA), which is marked by changes in landfill management system of the sanitary landfill to be open dumping. Government and  stakeholders in this regard is expected to synergize and optimize the return policy and waste management strategy to be a stimulus for the community in developing environmentally friendly behavior patterns, in the sense that every action taken by the government and society is always based on the principles of maintenance and environmental protection.

Optimality build waste management policies and strategies

Based on the above descriptions indicate the level of complexity of the problems faced by governments, stakeholders, and society in dealing explicitly garbage lies in the application of the paradigm that is no longer associated accommodative and responsive handling of waste and implementation (enforcement) is not maximized with regulations concerning the handling of waste. In this case there should be a strong commitment and innovation in a creative, innovative of all parties to optimize the set of rules regarding the handling and environmentally sound waste pembagunan and change the paradigm that is unaware membagun relavansi in the context of government, stakeholders, and society in facing the problem of garbage in this country.

There are some general principles that can be used as a basis in order to optimize waste management policy and the development of a healthy environment as described below:

Based on the ilustration above can be explained that the basis of seven principal in order to optimize every government policy in terms of waste can be realized optimally capable berharmonisasi and integrated together with each other. Conceptual scheme above shows that the basic policy of garbage and Participation Pro-Poor Total can open as wide as possible the role and participation of the community, especially those living below the poverty line through a more responsive service that will create a climate of public awareness as a whole (comprehensive). This certainly must be supported by the Pro form the policy environment in which every process of making and policy implementation should not be separated from their impact on the environment so as to create policies that can maintain a balance between the need for implementation of waste management and environmental capacity. Furthermore basis based on the concept of regionalization whereby each region to help build a pattern of strategic cooperation between the sector by formulating mekainisme waste management and integrated development.

Next is the effort to reform human resources and government officials associated with the management and waste pembagunan embodied in the concept of good corporate governance and the Real Demand Survey that requires the optimization of pemeritnah apparatus in applying the principles of good entrepreneurship and the principle of cost recovery in implementation and development of waste and ceoat response in terms of identifying the problem of waste based on the real needs of the field. The whole concept is, of course, will memeberikan fairness, certainty, and the benefits to all parties if it is supported by the Law Enforcement consistent and credible in maintenance problems and development of waste in this country.

Some strategic steps in optimize policy and change management paradigm and pembagunan waste can be done through the following steps:
  1. Revitalizing the concept of decentralization as a means of waste disposal service approach to the implementation of public services by reducing waste as much as possible starting from the source and megedepankan role and active participation of all community members as partners in waste management.
  2. Elaborated a strategic partnership with the private sector through the simplification of bureaucracy for private parties who are interested to invest in waste management.
  3. Improve coaching and intensive public awareness and sustainable (sustainable) will try 5R (reduce, reuse, recycling, recovery, change) associated with the management and development of waste and develop and implement a system of incentives and disincentives in the implementation of 5R.

  4. Improved service coverage and quality management systems to maximize the utilization of solid waste facilities and infrastructure.
  5. Institutional development, regulation and legislation by upgrading the status and capacity of the institutions of governance, productivity, solid waste management Institute that delimit the functions/offices of regulators and operators, as well as to encourage the implementation of surveillance systems and the consistent application of legal sanctions in order to develop officials, communities and other stakeholders.
The consequence of applying the principles of policy and strategy in a program that is consistent, integrated and comprehensive will give positive pegaruh to the role and performance of government, stakeholders, and communities in overcoming the various problems associated with waste management today. With the concept and mechanism are expected to be a catalyst for every component of society to maximize its role in maintaining and preserving the environment through the management and development of environmentally sound waste.




Puisi Cinta Chapter III

Apabila kilat cinta telah menyambar hati yang ini

Ketahuilah ada cinta dalam hati yang lain
Apabila cinta Allah bertambah besar dalam hatimu
Pastilah Allah menaruh cinta atasmu




Kebijaksanaan Illahi adalah taqdir

Yang membuat kita cinta satu sama lain
Karena taqdir itu, setiap bagian dunia ini
Dipertemukan dengan jodohnya.



Dalam pandangan orang bijak :

Langit adalah laki-laki dan bumi adalah wanita
Bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Apabila bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkannya
Apabila ia kekurangan kesegaran dan embun, langit memperbaharuinya
Tanpa bumi bagaimana bunga dan pohon bisa mulai berkembang



Kalau begitu apa yang dihasilkan oleh air dan kehangatan langit

Sebagaimana Allah memberikan keinginan kepada laki-laki dan wanita sampai akhir
Sehingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan mereka.

Sunday, January 23, 2011

Puisi Cinta Chapter II



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api,
Yang menjadikannya abu..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Seperti isyarat yang tak sempat 
Dikirimkan awan kepada hujan,
Yang menjadikannya tiada

PUISI CINTA chapter I

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh